readKifuat's LibraryBelajar CTGCardiotocographyTanda tangan Anda

www.klinisbidandr.com ↗

Ruang belajar CTG untuk kita semua. Mari mengenali pola, berlatih membaca grafik, dan terus menambah pemahaman—selangkah demi selangkah.

Grafik latihan merupakan simulasi edukasi, bukan rekaman pasien atau dasar diagnosis, dan tidak menggantikan penilaian maupun keputusan klinis tenaga kesehatan.

7. 📖 Arti kategori & oksigenasi8. 🫀 CTG & aliran darah uteroplasenta9. 📚 ACOG Kategori I, II, III10. 📚 Referensi & batasan penggunaan

Singkatan: CTG = cardiotocography (kardiotokografi) · FHR = fetal heart rate (denyut jantung janin) · NICE = National Institute for Health and Care Excellence · ACOG = American College of Obstetricians and Gynecologists.

🩺 Kenali alat CTG dan kertas rekaman asli

Ketuk tombol kuning di bawah foto untuk mempelajari bagian alat. Foto alat dan kertas diambil dari Wikimedia Commons, bukan grafik simulasi. Foto membutuhkan internet saat pertama dibuka; galeri simulasi tetap bisa dipakai tanpa internet.

Foto alat kardiotokograf asli dengan monitor dan kertas rekaman
Foto alat CTG: Wikimedia Commons, berkas Kardiotokograf.jpeg (lisensi CC BY-SA 3.0 / GFDL; lihat atribusi dan ketentuan pada sumber). Tampilan tombol berbeda menurut merek/model.
Foto alat CTG rumah sakit yang dikirim pengguna: sensor biru bertanda TOCO, sensor merah bertanda US, monitor, tombol, dan kertas cetak
Foto alat CTG rumah sakit (foto dari Anda). Sensor biru bertuliskan TOCO mengukur perubahan aktivitas/kontraksi rahim ibu; sensor merah bertuliskan US menangkap sinyal denyut jantung janin (FHR). Kertas keluar dari printer di bagian bawah monitor. Saat foto diambil, layar memperlihatkan pesan kehilangan sinyal US; angka pada layar bukan pembacaan FHR janin yang valid.
Pilih salah satu tombol untuk melihat keterangannya.

Bagian alat CTG: gambar dan istilah untuk ibu serta keluarga

Gambar berwarna berikut adalah diagram penjelas agar istilah mudah dikenali; foto alat dan kertas asli tetap tersedia di atas dan bawah bagian ini.

FHR / USJantung janinTOCOKontraksiDiagram edukasi • letak sensor ditentukan petugas

Biru = sensor FHR untuk denyut jantung janin; ungu = sensor TOCO untuk pola kontraksi. Keduanya diikat dengan sabuk sesuai penilaian petugas.

FHR140bpmTOCOPowerPrinter / kertas

Monitor: angka FHR dalam bpm, jejak TOCO, tombol power, dan keluaran printer. Letak tombol berbeda pada tiap merek.

  1. Transduser ultrasonografi FHR: ditempelkan pada perut ibu dengan sabuk dan gel sesuai prosedur; menangkap sinyal denyut jantung janin. Angka FHR dalam bpm (denyut per menit), bukan denyut jantung ibu.
  2. Transduser TOCO: dipasang di perut ibu dengan sabuk untuk merekam perubahan aktivitas/kontraksi rahim. TOCO eksternal menggambarkan waktu dan pola kontraksi, bukan tekanan rahim absolut.
  3. Monitor dan printer: menampilkan angka FHR, aktivitas rahim, status sinyal, serta mencetak jejak terhadap waktu. Ibu/keluarga dapat meminta petugas menjelaskan tampilan; jangan mengubah pengaturan alat sendiri.

🧾 Foto kertas CTG asli dari web

↔ Geser foto ke kanan/kiri. Pada foto asli ini, jejak atas = FHR (bpm), jejak bawah = kontraksi/TOCO, dan sumbu mendatar menunjukkan waktu. Periksa label serta skala yang tercetak pada kertas alat karena berbeda menurut model.

Foto kertas CTG asli: jejak FHR atas, aktivitas kontraksi bawah dan waktu mendatar
Rekaman CTG asli (contoh bukan saat persalinan), karya PhantomSteve, CTG Output.jpg, lisensi CC BY-SA 3.0. Huruf/penanda pada foto berasal dari sumber asli.

Cara membaca satuan waktu: garis vertikal menunjukkan waktu; jarak 1 menit bergantung pada kecepatan kertas. Pada 1 cm/menit, 1 cm = 1 menit; 2 cm/menit, 2 cm = 1 menit; 3 cm/menit, 3 cm = 1 menit. Jangan menyimpulkan durasi hanya dari jumlah kotak tanpa memeriksa skala cetakan.

Materi edukasi: gambar alat merupakan contoh model, bukan panduan operasional perangkat tertentu. Untuk pemasangan, tombol fisik, kalibrasi dan pengaturan kertas ikuti manual model serta petugas terlatih. Foto kertas asli tidak dipakai untuk diagnosis pasien.

Pelajaran dasar: kenali bagian grafik

📘 Panduan ACOG Kategori I–III (CTG intrapartum)

I Baseline 110–160 bpm, variabilitas moderat 6–25 bpm, tanpa deselerasi late atau variable. Akselerasi dan deselerasi early boleh ada atau tidak.

II Pola yang tidak memenuhi kategori I ataupun III; contoh takikardia, variabilitas minimal, atau deselerasi berulang dengan variabilitas masih ada.

III Variabilitas absen disertai deselerasi late berulang, variable berulang, atau bradikardia; atau pola sinusoidal sejati.

Penilaian memerlukan rekaman cukup panjang dan konteks klinis. ACOG I/II/III tidak sama dengan NICE normal/suspicious/pathological. Materi ini bukan aturan klaim BPJS atau keputusan klinis.

Rujukan: ACOG Clinical Practice Guideline No. 10 (2025) ↗

Ketuk satu warna. Penunjuk pada grafik CTG simulasi akan menyorot bagian yang sedang dipelajari. Geser grafik ke samping bila layar HP sempit.

Latihan cepat: bagaimana menghitungnya?

Baseline: tentukan jendela 10 menit, abaikan akselerasi dan deselerasi, perkirakan rerata segmen yang stabil dan bulatkan ke 5 bpm. Pada contoh ini ≈140 bpm.

Variabilitas: pada segmen 1 menit di antara kontraksi, tanpa akselerasi/deselerasi, kurangi lembah dari puncak osilasi kecil. Contoh 146 − 134 = 12 bpm. Jangan menghitung tinggi akselerasi sebagai variabilitas.

Akselerasi: kenaikan sementara ≥15 bpm selama ≥15 detik. Deselerasi: penurunan sementara >15 bpm selama ≥15 detik; nilai bentuk, lama, dan waktunya terhadap kontraksi.

Gambar ini dibuat untuk belajar; jarak dan amplitudo hanya ilustrasi, bukan rekaman pasien atau alat ukur klinis.

Kenali pola pada grafik

📘 Panduan ACOG Kategori I–III (CTG intrapartum)

I Baseline 110–160 bpm, variabilitas moderat 6–25 bpm, tanpa deselerasi late atau variable. Akselerasi dan deselerasi early boleh ada atau tidak.

II Pola yang tidak memenuhi kategori I ataupun III; contoh takikardia, variabilitas minimal, atau deselerasi berulang dengan variabilitas masih ada.

III Variabilitas absen disertai deselerasi late berulang, variable berulang, atau bradikardia; atau pola sinusoidal sejati.

Penilaian memerlukan rekaman cukup panjang dan konteks klinis. ACOG I/II/III tidak sama dengan NICE normal/suspicious/pathological. Materi ini bukan aturan klaim BPJS atau keputusan klinis.

Rujukan: ACOG Clinical Practice Guideline No. 10 (2025) ↗

↔ Geser grafik ke kanan–kiri untuk melihat rekaman 10 menit. Geser dengan satu jari di atas kertas; tulisan waktu ada di bawah grafik.

🖨️ Simulasi alat CTG & kertas rekaman

Ini kertas CTG tiruan untuk latihan, bukan foto kertas asli atau keluaran alat medis. Pengaturan mengubah tampilan skala waktu pada simulasi.

Sumbu atas: FHR (bpm) · Sumbu bawah: kontraksi (skala relatif) · Angka di bawah: waktu (menit). Kecepatan kertas nyata harus diperiksa pada alat/rekaman; pengaturan ini hanya untuk belajar.

Garis atas = FHR (bpm); garis bawah = aktivitas kontraksi ilustratif. Geser grafik ke samping jika layar sempit.

Belajar menghitung FHR

📘 Panduan ACOG Kategori I–III (CTG intrapartum)

I Baseline 110–160 bpm, variabilitas moderat 6–25 bpm, tanpa deselerasi late atau variable. Akselerasi dan deselerasi early boleh ada atau tidak.

II Pola yang tidak memenuhi kategori I ataupun III; contoh takikardia, variabilitas minimal, atau deselerasi berulang dengan variabilitas masih ada.

III Variabilitas absen disertai deselerasi late berulang, variable berulang, atau bradikardia; atau pola sinusoidal sejati.

Penilaian memerlukan rekaman cukup panjang dan konteks klinis. ACOG I/II/III tidak sama dengan NICE normal/suspicious/pathological. Materi ini bukan aturan klaim BPJS atau keputusan klinis.

Rujukan: ACOG Clinical Practice Guideline No. 10 (2025) ↗

Baseline adalah rerata FHR dalam jendela 10 menit saat relatif stabil, dengan mengabaikan akselerasi dan deselerasi. Bukan angka tertinggi, terendah, atau rata-rata semua titik tanpa pengecualian.

Contoh latihan: segmen stabil 140, 145, 140, 135, 140, 145, 140, 135 bpm; satu akselerasi 165 dan satu deselerasi 110 bpm harus dikeluarkan.


Variabilitas adalah selisih puncak–lembah osilasi kecil FHR pada segmen 1 menit di antara kontraksi, bukan selisih akselerasi dan deselerasi. Misalnya puncak 147 bpm dan lembah 135 bpm.

Langkah membaca kertas CTG nyata
  1. Pastikan skala bpm dan kecepatan kertas (misalnya 1 atau 3 cm/menit) terbaca; jangan menebak lebar 10 menit.
  2. Pilih jendela 10 menit dan identifikasi bagian stabil; keluarkan akselerasi, deselerasi, dan artefak.
  3. Perkirakan baseline ke kelipatan 5 bpm, bandingkan dengan rekaman sebelumnya.
  4. Ambil 1 menit di antara kontraksi; ukur beda puncak dan lembah osilasi kecil untuk variabilitas.
  5. Hitung kontraksi per 10 menit dan periksa hubungan waktu setiap deselerasi terhadap kontraksi.

🧩 Ujian tebak pola CTG — langsung tahu benar atau salah

📘 Panduan ACOG Kategori I–III (CTG intrapartum)

I Baseline 110–160 bpm, variabilitas moderat 6–25 bpm, tanpa deselerasi late atau variable. Akselerasi dan deselerasi early boleh ada atau tidak.

II Pola yang tidak memenuhi kategori I ataupun III; contoh takikardia, variabilitas minimal, atau deselerasi berulang dengan variabilitas masih ada.

III Variabilitas absen disertai deselerasi late berulang, variable berulang, atau bradikardia; atau pola sinusoidal sejati.

Penilaian memerlukan rekaman cukup panjang dan konteks klinis. ACOG I/II/III tidak sama dengan NICE normal/suspicious/pathological. Materi ini bukan aturan klaim BPJS atau keputusan klinis.

Rujukan: ACOG Clinical Practice Guideline No. 10 (2025) ↗

Ada 12 soal. Pilih jawaban lalu tekan Periksa jawaban: ✓ atau ✗, panah warna, dan pembahasan langsung muncul. Tekan Soal berikutnya untuk melanjutkan. Setelah soal ke-12, lihat nilai dan seluruh pembahasan. Anda dapat kembali ke menu utama kapan saja. Semua grafik simulasi edukasi.

📝 Kuis tambahan ACOG Kategori I, II, III

Soal NICE di atas tetap menggunakan NICE. Kuis berikut khusus ACOG, dengan jawaban dan alasan langsung.

Latihan interpretasi

📘 Panduan ACOG Kategori I–III (CTG intrapartum)

I Baseline 110–160 bpm, variabilitas moderat 6–25 bpm, tanpa deselerasi late atau variable. Akselerasi dan deselerasi early boleh ada atau tidak.

II Pola yang tidak memenuhi kategori I ataupun III; contoh takikardia, variabilitas minimal, atau deselerasi berulang dengan variabilitas masih ada.

III Variabilitas absen disertai deselerasi late berulang, variable berulang, atau bradikardia; atau pola sinusoidal sejati.

Penilaian memerlukan rekaman cukup panjang dan konteks klinis. ACOG I/II/III tidak sama dengan NICE normal/suspicious/pathological. Materi ini bukan aturan klaim BPJS atau keputusan klinis.

Rujukan: ACOG Clinical Practice Guideline No. 10 (2025) ↗

📝 Kuis tambahan ACOG Kategori I, II, III

Soal NICE di atas tetap menggunakan NICE. Kuis berikut khusus ACOG, dengan jawaban dan alasan langsung.

📖 Arti kategori NICE & hubungan dengan oksigenasi janin

Untuk CTG selama persalinan. Empat fitur yang dikategorikan: kontraksi, baseline FHR, variabilitas, dan deselerasi. Akselerasi ikut dipertimbangkan, tetapi bukan fitur kelima yang diberi warna.

Normal / pola meyakinkan
Keempat fitur putih (tidak ada amber atau merah). Ini menggambarkan pola yang meyakinkan pada saat rekaman dinilai, bukan jaminan bayi tidak mengalami masalah.
Arti fitur amber (kuning-jingga)
Amber = tanda kewaspadaan pada satu komponen CTG yang berada di luar kriteria putih/normal, tetapi belum memenuhi kriteria merah pada komponen tersebut. Komponen yang diperiksa menurut NICE ialah kontraksi, baseline FHR, variabilitas, dan deselerasi. Contoh: baseline 100–109 bpm adalah fitur amber (dengan pengecualian klinis tertentu); variabilitas kurang dari 5 bpm selama 30–50 menit juga amber. Satu amber tanpa merah → Suspicious / mencurigakan; dua amber atau lebih → Pathological / patologis. Amber bukan diagnosis asfiksia atau bukti pasti tali pusat terjepit. Nilai durasi, perubahan pola, dan keadaan ibu–janin tetap penting.
Suspicious / mencurigakan
Tepat satu fitur amber, tanpa fitur merah. Perlu menilai perubahan pola dan kondisi klinis; kategori ini bukan diagnosis hipoksia atau asfiksia.
Pathological / patologis
Ada satu fitur merah atau sedikitnya dua fitur amber. Perlu evaluasi obstetri segera. Kategori ini menunjukkan kekhawatiran pada pola CTG, bukan bukti bahwa bayi pasti asfiksia.
Apa beda hipoksia, asidosis, dan asfiksia?

Hipoksia berarti suplai oksigen jaringan tidak mencukupi; asidosis berarti keadaan darah/jaringan lebih asam; asfiksia perinatal merupakan keadaan klinis kompleks yang tidak dapat ditegakkan dari CTG saja. CTG memantau respons denyut jantung, bukan mengukur kadar oksigen atau pH janin secara langsung. Tidak ada persentase risiko asfiksia yang sah hanya dari grafik simulasi ini.

Apakah ada sistem penamaan selain NICE?

Ada, misalnya ACOG Kategori I, II, III dan sistem FIGO. Kriterianya berbeda sehingga Normal NICE tidak boleh otomatis disamakan dengan ACOG I, demikian pula suspicious dengan II atau pathological dengan III. Kuis di aplikasi ini khusus memakai NICE NG229; sistem lain perlu materi dan soal terpisah.

Apakah CTG bisa memastikan masalah tali pusat?

Tidak. Variable deceleration sering berkaitan dengan kompresi tali pusat, early deceleration umumnya dengan kompresi kepala, sedangkan late deceleration dapat berkaitan dengan berkurangnya pertukaran oksigen uteroplasenta. Semua itu kemungkinan mekanisme, bukan diagnosis lokasi atau penyebab pasti dari grafik.

Rujukan materi: NICE NG229, rekomendasi 1.4.3–1.4.32 dan 1.5. Materi ini untuk belajar, bukan keputusan perawatan pasien.

8. 🫀 CTG dan aliran darah uteroplasenta

Diagram berlabel berikut ilustrasi edukasi aliran darah, bukan foto anatomi atau rekaman pasien. Darah ibu dan darah janin tidak bercampur langsung pada plasenta; oksigen berpindah melintasi jaringan plasenta.

Hubungannya dengan CTG: bila pertukaran oksigen uteroplasenta terganggu, respons FHR dapat berubah, misalnya muncul deselerasi lambat (late deceleration) terhadap kontraksi. Namun CTG tidak mengukur aliran darah, kadar oksigen, atau pH secara langsung; satu bentuk grafik tidak membuktikan penyebabnya.

Pemeriksaan aliran darah uteroplasenta/umbilikalis secara langsung memerlukan penilaian klinis dan pemeriksaan yang sesuai, misalnya Doppler ultrasonografi, bukan membaca CTG saja. Rujukan: NICE NG229.

9. 📚 ACOG Kategori I, II, III & kuis

ACOG = American College of Obstetricians and Gynecologists. Kategori ini digunakan untuk mendeskripsikan pola pemantauan FHR selama persalinan; berbeda dari pengelompokan NICE NG229.

Kategori I — pola dengan kriteria tertentu

Semua harus terpenuhi: baseline 110–160 bpm; variabilitas moderat (6–25 bpm); tidak ada deselerasi lambat atau variabel. Deselerasi dini dan akselerasi boleh ada atau tidak ada.

Grafik CTG simulasi ACOG Kategori 1: sumbu FHR bpm dan waktu menit
Contoh I: baseline sekitar 140 bpm, variabilitas moderat, tanpa deselerasi lambat atau variabel. Grafik simulasi edukasi, bukan rekaman pasien.
180160140120100012345678910
Contoh I: baseline sekitar 140 bpm, variabilitas moderat, tanpa deselerasi lambat atau variabel. Grafik simulasi edukasi, bukan rekaman pasien.

Kategori II — pola yang tidak termasuk I maupun III

Kategori yang luas, misalnya takikardia, variabilitas minimal, atau deselerasi variabel berulang dengan variabilitas yang masih ada. Artinya belum memenuhi definisi Kategori I atau III, bukan satu diagnosis tunggal.

Grafik CTG simulasi ACOG Kategori 2: sumbu FHR bpm dan waktu menit
Contoh II: baseline sekitar 170 bpm (takikardia) dengan variabilitas masih moderat. Grafik simulasi edukasi, bukan rekaman pasien.
180160140120100012345678910
Contoh II: baseline sekitar 170 bpm (takikardia) dengan variabilitas masih moderat. Grafik simulasi edukasi, bukan rekaman pasien.

Kategori III — pola dengan kriteria khusus

Variabilitas baseline tidak ada disertai salah satu: deselerasi lambat berulang, deselerasi variabel berulang, atau bradikardia; ATAU pola sinusoidal. Perlu penilaian klinis segera.

Grafik CTG simulasi ACOG Kategori 3: sumbu FHR bpm dan waktu menit
Contoh III: variabilitas tidak ada dengan deselerasi lambat berulang; tanda ungu menunjukkan waktu kontraksi secara skematis. Grafik simulasi edukasi, bukan rekaman pasien.
180160140120100012345678910
Contoh III: variabilitas tidak ada dengan deselerasi lambat berulang; tanda ungu menunjukkan waktu kontraksi secara skematis. Grafik simulasi edukasi, bukan rekaman pasien.

Jangan menyamakan angka kategori ACOG dengan label NICE. Normal NICE ≠ otomatis ACOG I; suspicious NICE ≠ otomatis ACOG II; pathological NICE ≠ otomatis ACOG III. Kuis dalam aplikasi ini tetap memakai NICE.

Rujukan: ACOG — Fetal Heart Tracings · ACOG — panduan intrapartum 2025.

Abnormal: kemungkinan penyebab, bukan diagnosis

Variable deceleration sering berkaitan dengan kompresi tali pusat, tetapi grafik saja tidak membuktikan lilitan tali pusat. Early deceleration umumnya terkait kompresi kepala. Late deceleration dapat mengarah pada berkurangnya pertukaran oksigen uteroplasenta, misalnya dalam konteks hipotensi ibu atau kontraksi berlebihan. Takikardia dapat berkaitan dengan demam/infeksi ibu, obat, atau hipoksia. Bradikardia atau deselerasi panjang memiliki berbagai kemungkinan penyebab dan perlu penilaian segera sesuai konteks. Variabilitas rendah dapat terjadi saat tidur janin atau setelah obat tertentu, tetapi juga dapat menyertai gangguan kondisi janin. Pola sinusoidal sejati merupakan temuan serius yang perlu penilaian obstetri segera; jangan menyamakan dengan pola pseudo-sinusoidal.

Pola CTG tidak dapat memastikan lokasi atau penyebab masalah (misalnya “pasti tali pusat”). NICE NG229 dipakai untuk CTG selama persalinan, bukan untuk mengategorikan CTG antenatal. Untuk pasien nyata, interpretasi harus digabungkan dengan kondisi ibu, janin, kemajuan persalinan, dan pemeriksaan tenaga klinis.

Acuan: NICE NG229 — rekomendasi CTG intrapartum · ACOG — pengenalan pola FHR. Aturan kuis mengikuti NICE; kategori ACOG berbeda.

10. 📚 Referensi & batasan penggunaan

Daftar rujukan yang dapat dibuka langsung. Materi disusun sebagai penjelasan edukasi; tautan pedoman bukan berarti NICE atau ACOG mendukung atau mengesahkan aplikasi ini. Terakhir ditinjau: 18 September 2026. Periksa versi terbaru pedoman sebelum menggunakannya dalam praktik.

Pedoman dan materi klinis

  1. NICE. Fetal monitoring in labour, guideline NG229 (terbit 2022; diperbarui 25 Maret 2026). Rujukan untuk fitur CTG, kategori normal/suspicious/pathological, dan pembahasan intrapartum. Buka pedoman NICE ↗ · Buka rekomendasi ↗.
  2. ACOG. Intrapartum Fetal Heart Rate Monitoring: Interpretation and Management, Clinical Practice Guideline No. 10, Oktober 2025. Rujukan untuk istilah dan sistem Kategori I–III; sebagian teks lengkap mungkin memerlukan akses berlangganan. Buka halaman ACOG ↗ · Lihat data publikasi PubMed ↗.

Sumber foto dan ilustrasi

Foto alat dan kertas CTG yang diambil dari Wikimedia Commons: Kardiotokograf.jpeg — halaman sumber dan lisensi ↗ · CTG_Output.jpg — halaman sumber dan lisensi ↗. Lihat nama pembuat, lisensi, serta kewajiban atribusi pada masing-masing halaman sumber; tautan saja belum tentu memenuhi seluruh syarat lisensi. Grafik dan diagram lain yang dibuat khusus dalam aplikasi adalah simulasi/ilustrasi edukasi, bukan foto rekaman pasien.

Foto alat CTG rumah sakit yang disampaikan pengguna: sumber foto: dokumentasi yang diberikan pengguna. Izin dari pemegang hak foto dan izin penggunaan komersial perlu dipastikan sebelum aplikasi dijual. Pastikan tidak ada identitas pasien atau data medis yang dapat dikenali.

Batasan penggunaan

Aplikasi ini untuk belajar, bukan perangkat medis, bukan alat diagnosis, dan tidak menggantikan penilaian maupun keputusan klinis tenaga kesehatan. CTG harus dinilai bersama kondisi ibu, janin, dan proses persalinan. Klasifikasi NICE NG229 yang dibahas di sini ditujukan untuk CTG selama persalinan, bukan otomatis untuk CTG antenatal. Sistem kategori ACOG tidak dapat dipertukarkan langsung dengan NICE.

Untuk menelusuri dasar suatu topik, gunakan tautan pedoman di atas. Jika ada perbedaan dengan pembaruan pedoman atau protokol klinis setempat, utamakan penilaian klinis dan sumber primer terbaru.